Hutama Karya Tuntaskan Masjid Negara IKN, Selesai Tarawih Perdana 2026

Senin, 23 Februari 2026 | 09:24:14 WIB
Hutama Karya Tuntaskan Masjid Negara IKN, Selesai Tarawih Perdana 2026

JAKARTA - Pembangunan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya mencapai progres 100 persen dan siap digunakan untuk pelaksanaan salat tarawih perdana pada Ramadan 1447 H/2026 M, menandai selesainya salah satu proyek strategis keagamaan di kawasan ibu kota baru.

Proyek Strategis Rampung Seratus Persen

Penyelesaian Masjid Negara IKN dilakukan melalui kerja sama operasi antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) (KSO Adhi–HK). Seluruh lingkup pekerjaan konstruksi tahap pertama telah diselesaikan, mencakup struktur utama, arsitektur bangunan, sistem mechanical, electrical, and plumbing (MEP), hingga penataan kawasan pendukung.

Rampungnya proyek ini memastikan masjid dapat difungsikan untuk pelaksanaan ibadah salat fardu, salat Jumat, hingga tarawih berjamaah pada Ramadan 2026. Kehadiran Masjid Negara IKN menjadi simbol dimulainya aktivitas keagamaan berskala nasional di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Pihak pelaksana menyebut proyek ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan infrastruktur keagamaan yang representatif, fungsional, dan selaras dengan visi pembangunan IKN sebagai kota masa depan.

Kapasitas Besar dan Fasilitas Lengkap

Pada tahap konstruksi pertama, Masjid Negara IKN mampu menampung sekitar 29.095 jamaah. Jumlah tersebut tersebar di ruang utama dan area pendukung. Ke depan, kapasitas masjid direncanakan meningkat hingga sekitar 60.000 jamaah pada tahap ultimate setelah pengembangan lanjutan.

Kompleks masjid terdiri atas tiga zona utama, yakni bangunan utama, bangunan penunjang, dan bangunan komersial. Bangunan utama difungsikan sebagai ruang utama ibadah dan kegiatan keagamaan berskala besar. Sementara itu, bangunan penunjang dirancang sebagai ruang serbaguna yang dapat digunakan sebagai space tenant, booth terbuka, serta pusat aktivitas Ramadan.

Adapun bangunan komersial yang terletak di antara bangunan utama dan Plaza Kerukunan difungsikan untuk area makan, tenant masjid, dan fasilitas penunjang kegiatan kurban saat Iduladha. Fasilitas umum lainnya meliputi area parkir bus dan mobil, fasilitas pengisian daya kendaraan listrik (electrical charging vehicle), serta area wudhu yang tersedia dari lantai Ground Floor hingga lantai tiga. Toilet dan area wudhu juga tersedia di masing-masing bangunan guna mengantisipasi lonjakan jamaah.

Konsep Forest City dan Bangunan Hijau

Masjid Negara IKN dirancang mengikuti konsep forest city yang menjadi visi besar pembangunan Nusantara. Desain bangunan menerapkan prinsip green building dengan memaksimalkan ventilasi alami dan pencahayaan daylighting melalui bukaan pintu serta fasad terbuka, sehingga menciptakan sirkulasi udara optimal.

Pemanfaatan energi terbarukan juga diterapkan melalui pemasangan panel surya di area kanopi pejalan kaki dan parkir. Selain itu, kompleks masjid dilengkapi sistem pengelolaan air berbasis retensi air hujan melalui embung atau kolam penampung yang berfungsi sebagai pengendali iklim mikro sekaligus elemen estetika kawasan.

Air yang tertampung kemudian dapat dimanfaatkan kembali untuk penyiraman lanskap dan kebutuhan non-konsumsi lainnya. Penerapan prinsip keberlanjutan ini sejalan dengan komitmen pembangunan IKN yang ramah lingkungan.

Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal

Dalam pelaksanaan proyek, sekitar 30 persen tenaga kerja yang terlibat berasal dari Kalimantan. Selain itu, sejumlah pekerjaan fabrikasi melibatkan subkontraktor lokal, termasuk pengerjaan railing mezanin, sebagian totem wudhu, dan railing kaca.

Pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah serta mendorong transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas industri lokal. Keterlibatan tenaga kerja setempat menjadi bagian dari strategi pembangunan inklusif yang diusung dalam proyek IKN.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya menyampaikan bahwa penyelesaian Masjid Negara IKN merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur keagamaan yang ikonik dan berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan pada 1 Februari 2026.

Dukungan Pemerintah dan Tarawih Perdana

Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar turut memberikan apresiasi atas rampungnya Masjid Negara IKN. Ia menilai kehadiran masjid ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun pusat peradaban baru yang inklusif dan merepresentasikan keberagaman Indonesia.

Tarawih perdana Ramadan 2026 di Masjid Negara IKN menjadi momentum bersejarah, menandai dimulainya aktivitas ibadah Ramadan di ibu kota baru. Ribuan jamaah diproyeksikan hadir dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Dengan selesainya pembangunan ini, Hutama Karya bersama mitra kerja memastikan bahwa Masjid Negara IKN siap menjadi pusat kegiatan keagamaan nasional sekaligus ikon arsitektur religius di Nusantara.

Terkini