Ragam Takjil Tradisional Jawa Barat yang Membuat Berbuka Jadi Momen Istimewa

Senin, 23 Februari 2026 | 10:22:23 WIB
Ragam Takjil Tradisional Jawa Barat yang Membuat Berbuka Jadi Momen Istimewa

JAKARTA - Ramadan dan suasana berbuka puasa di Jawa Barat selalu identik bukan hanya dengan azan magrib, tetapi dengan kegiatan berburu takjil yang begitu dinanti. Tradisi ini telah menjadi bagian budaya kuliner masyarakat Sunda, mencerminkan selera yang kaya dari yang manis hingga gurih, ringan sampai yang mengenyangkan. Takjil di Jabar bukan sekadar makanan pembuka, namun juga bagian dari kebiasaan dan kebersamaan di bulan suci.

Kolak: Hidangan Pembuka yang Senantiasa Hadir

Di banyak meja berbuka puasa sepanjang Ramadan, kolak menjadi salah satu yang paling sering ditemui dan dicari. Hidangan ini berupa kuah santan manis yang dimasak bersama gula aren dan daun pandan, memberi aroma khas yang kuat serta rasa lembut yang mudah dicerna setelah seharian berpuasa. Variannya cukup banyak, mulai dari kolak pisang, kolak ubi, hingga kolak candil. Potongan pisang kepok atau ubi jalar yang empuk berpadu dengan candil yang kenyal, menciptakan sensasi manis yang pas untuk mengawali buka puasa.

Gorengan: Camilan Gurih yang Tak Pernah Sepi Pembeli

Menjelang waktu buka, hampir setiap sudut jalan di kota-kota seperti Bandung, Bogor, hingga Sukabumi dipenuhi oleh penjual gorengan. Bakwan, tahu isi (gehu), tempe goreng, cireng, dan pisang goreng tersusun rapi, menggoda warga untuk membelinya sebagai takjil. Popularitas gorengan sebagai pembuka bukan tanpa alasan: praktis, terjangkau, dan cocok dinikmati setelah seharian menahan lapar. Meskipun begitu, konsumsi gorengan disarankan tetap dalam jumlah yang wajar, karena kandungan minyaknya yang tinggi.

Es Cendol atau Dawet: Takjil Penyegar Dahaga

Takjil berupa minuman segar juga menjadi favorit banyak warga. Es cendol atau dawet termasuk yang paling populer, khususnya saat cuaca menjelang magrib terasa panas. Minuman ini dibuat dari adonan tepung beras atau hunkwe yang dibentuk memanjang berwarna hijau — biasanya menggunakan pewarna alami dari daun suji atau pandan — kemudian disajikan dengan es batu, gula aren cair, dan santan. Perpaduan manis, gurih, dan tekstur kenyalnya menjadikan es cendol pilihan yang pas untuk melepas dahaga setelah berpuasa.

Comro dan Misro: Camilan Asin dan Manis Khas Sunda

Dua camilan lain yang kerap menghiasi pasar takjil di Jabar adalah comro dan misro. Comro, singkatan dari “oncom di jero”, memiliki cita rasa asin pedas karena berisi oncom di tengah kulit singkong parut yang digoreng. Sementara itu, misro berisi gula merah dan menawarkan rasa manis yang legit. Keduanya berbahan dasar singkong parut yang digoreng hingga matang, membuat comro dan misro menjadi pilihan takjil yang mengenyangkan dan mudah ditemukan di banyak pasar tradisional.

Lotek dan Karedok: Sensasi Sayur Segar

Meski banyak pilihan takjil berupa camilan ringan, beberapa orang juga memilih menu yang lebih mengenyangkan dengan unsur sayuran. Lotek dan karedok adalah dua contoh yang sering dipilih. Lotek terdiri dari sayuran rebus yang disiram dengan bumbu kacang, sementara karedok memakai sayuran mentah segar yang diberi saus kacang. Kedua makanan ini tidak hanya memenuhi selera, tetapi juga membantu memenuhi asupan serat dan vitamin menjelang waktu berbuka.

Martabak dan Awug: Takjil Tradisional yang Tak Terlupakan

Takjil lain yang banyak dicari adalah martabak — baik martabak manis maupun martabak telur. Martabak manis memiliki adonan yang lembut dan biasanya dipadukan dengan berbagai topping seperti cokelat, keju, atau kacang. Sedangkan martabak telur lebih gurih, berisi telur dan sayuran. Selain itu, awug, kue tradisional khas Jabar yang terbuat dari tepung beras dan gula merah kukus, juga tak kalah populer. Biasanya disajikan hangat dengan taburan kelapa parut, awug memberikan pengalaman takjil yang tradisional dan khas.

Beragam Pilihan Takjil Khas Jabar: Mana yang Jadi Favoritmu?

Dari sajian manis hingga yang gurih, dari minuman yang menyegarkan sampai camilan tradisional yang penuh citarasa, ragam takjil khas Jawa Barat menunjukkan kekayaan budaya kuliner masyarakatnya. Setiap hidangan takjil tidak hanya sekadar melepas lapar dan dahaga, tetapi juga membawa kenangan dan kebersamaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di Tanah Pasundan.

Terkini