JAKARTA - PT Avia Avian Tbk (AVIA) kembali menjadi perhatian pasar modal setelah salah satu direksinya, Ruslan Tanoko, melakukan akumulasi pembelian saham pada 12 Februari 2026.
Transaksi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepemilikan pribadi di perusahaan, sekaligus memberikan sinyal positif kepada investor terkait prospek jangka panjang AVIA.
Jumlah saham yang dibeli mencapai 6,5 juta lembar dengan harga Rp 450 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp 2,92 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Rabu, 18 Februari 2026 , transaksi dicatat atas nama pemilik langsung Ruslan Tanoko, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur AVIA.
Meskipun saham AVIA dalam lima hari terakhir sempat turun 3,52%, pada penutupan Rabu, 18 Februari 2026 saham berhasil naik tipis 0,46% menjadi Rp 438 per saham. Aksi beli oleh manajemen ini menunjukkan keyakinan internal terhadap potensi perusahaan, bahkan ketika fluktuasi harga saham terjadi.
Dampak Terhadap Struktur Kepemilikan Saham
Transaksi yang dilakukan oleh PT Sensasi Istana Warna, atas nama Ruslan Tanoko, membuat kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 159,75 juta lembar, setara 0,2579% hak suara. Sebelumnya, kepemilikan tercatat sebanyak 153,25 juta lembar saham atau 0,2472% hak suara.
Walaupun persentase kepemilikan relatif kecil, aksi ini tetap menjadi indikator penting bagi pasar. Investor biasanya menafsirkan pembelian saham oleh pihak internal sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap kondisi fundamental dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Langkah ini juga membantu menstabilkan harga saham karena kepemilikan internal yang lebih besar umumnya mengurangi risiko fluktuasi harga akibat penjualan mendadak. Selain itu, akumulasi saham ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kontrol internal di perusahaan.
Latar Belakang Investor dan Hubungan Keluarga
Ruslan Tanoko merupakan anak dari Wijono Tanoko, yang merupakan kakak dari Hermanto Tanoko, Direktur Utama sekaligus Komisaris Utama AVIA. Struktur kepemilikan keluarga ini menegaskan peran strategis keluarga dalam pengelolaan perusahaan.
Dengan hubungan keluarga yang erat, langkah Ruslan membeli saham bukan hanya sebagai investasi pribadi, tetapi juga strategi untuk menjaga stabilitas pengaruh keluarga di perusahaan.
Aksi ini mengindikasikan bahwa keluarga Tanoko ingin mempertahankan arah kebijakan dan keputusan strategis perusahaan dalam jangka panjang, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap kinerja AVIA.
Investor pasar modal biasanya memandang aksi ini sebagai tanda bahwa pihak internal yakin dengan valuasi saat ini, meski terjadi fluktuasi harga jangka pendek. Hal ini juga memberikan sinyal bahwa manajemen siap menghadapi tantangan pasar dan menjaga kesinambungan bisnis.
Pergerakan Saham AVIA dan Persepsi Pasar
Secara teknikal, saham AVIA menunjukkan volatilitas dalam sepekan terakhir. Penutupan Rp 438 per saham menandai kenaikan tipis 0,46% setelah sebelumnya mengalami koreksi 3,52% dalam lima hari.
Pembelian saham oleh Ruslan Tanoko di harga Rp 450 per lembar dipandang positif oleh analis dan investor. Tindakan manajemen internal yang membeli saham dianggap sebagai indikator keyakinan terhadap prospek perusahaan.
Dalam jangka menengah, aksi ini dapat memicu minat beli dari investor ritel maupun institusi, sekaligus menjaga stabilitas harga saham di pasar sekunder.
Selain itu, langkah ini membantu meningkatkan likuiditas saham di bursa. Kepemilikan internal yang lebih besar biasanya dianggap mengurangi risiko penurunan harga akibat aksi jual mendadak dari pemegang saham eksternal. Dengan demikian, transaksi ini menjadi kombinasi antara strategi investasi pribadi dan manajemen risiko korporasi.
Prospek Jangka Panjang dan Strategi Korporasi
Langkah akumulasi saham oleh Ruslan Tanoko sejalan dengan strategi perusahaan untuk menjaga kepemilikan internal yang signifikan.
Strategi ini penting agar manajemen tetap memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan strategis, khususnya terkait ekspansi bisnis, inovasi produk, dan pengelolaan biaya.
Meskipun nilai saham yang dibeli relatif kecil dibandingkan total modal pasar AVIA, aksi ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa pihak internal percaya pada pertumbuhan perusahaan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor eksternal, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi volatilitas pasar.
Selain itu, transaksi ini menunjukkan bahwa manajemen memanfaatkan peluang valuasi saham saat ini. Strategi ini juga menegaskan komitmen jangka panjang keluarga Tanoko terhadap keberlanjutan bisnis AVIA, sambil memastikan keputusan strategis tetap sejalan dengan visi perusahaan.
Secara keseluruhan, pembelian saham oleh Ruslan Tanoko bukan hanya investasi pribadi, tetapi bagian dari upaya menjaga stabilitas kepemilikan internal, mengoptimalkan struktur perusahaan, dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang AVIA.