GAS

Kesiapan Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Sambut Lonjakan Permintaan Ramadan

Kesiapan Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Sambut Lonjakan Permintaan Ramadan
Kesiapan Pasokan Gas Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Sambut Lonjakan Permintaan Ramadan

JAKARTA – Dalam menghadapi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, kebutuhan elpiji subsidi ukuran tiga kilogram dipastikan aman untuk masyarakat di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal itu disampaikan langsung oleh pihak PT Pertamina Patra Niaga selaku penanggung jawab distribusi energi kebutuhan rumah tangga, setelah melakukan operasi pemasokan sejak pertengahan Februari.

Pernyataan ini menjadi jawaban dari kekhawatiran publik menjelang Ramadan, di mana intensitas memasak diprediksi meningkat signifikan sehingga kebutuhan gas bersubsidi dapat melonjak dari pemakaian normal. Pihak Pertamina juga memberikan gambaran rinci tentang distribusi yang telah berlangsung dan strategi antisipasi untuk menjaga kelancaran pasokan sepanjang bulan puasa nanti.

Peningkatan Pasokan Jelang Ramadan

PT Pertamina Patra Niaga mulai mengirimkan pasokan eliji 3 kilogram sejak 17 Februari 2026 untuk wilayah Jateng dan DIY. Menurut Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, pengiriman ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan permintaan yang biasa terjadi saat Ramadan.

Taufiq menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat untuk memasak secara umum mengalami peningkatan pada bulan Ramadan. Karena itu, Pertamina sudah mempersiapkan stok jauh hingga sebelum bulan puasa tiba, sehingga konsumsi energi di tingkat rumah tangga diperkirakan tidak akan mengalami gangguan.

Kemarin pada 17 Februari, untuk Jateng-DIY sudah kami pasok, suplainya saling terkait,” ujarnya pada Jumat, 20 Februari 2026.

Rincian Jumlah Distribusi Elpiji

Menurut data yang dirilis, total pasokan elpiji ukuran 3 kilogram yang disalurkan untuk wilayah Jateng-DIY mencapai 1,1 juta tabung. Jumlah ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan pasokan biasa yang hanya sekitar 900 ribu tabung. Meskipun ada kenaikan, Taufiq menyatakan bahwa tambahan itu tetap masuk dalam perkiraan untuk kebutuhan harian masyarakat.

Jadi kita itu volume aktivitas memasak itu sangat tinggi di bulan Ramadan. Jadi kita tambahkan elpiji itu kemarin kita pasok, elpiji 3 kilogram total 1,1 juta tabung,” tandasnya.

Tambahannya ini sendiri sekitar 88 persen dari alokasi harian normal yang biasa disediakan di wilayah tersebut. Hal ini dirasa cukup untuk menutup lonjakan permintaan yang biasanya terjadi saat Ramadan.

Strategi Menyikapi Permintaan Meningkat

Meski pasokan telah ditambah, Taufiq menyebut bahwa penyesuaian kebutuhan akan terus diperhatikan secara cermat selama Ramadan. Pasalnya, prediksi peningkatan konsumsi domestik khususnya pada waktu menjelang buka puasa dan sahur bisa berbeda dengan kebiasaan konsumsi harian biasa.

Pihak Pertamina berharap dengan stok tambahan tersebut, kebutuhan masyarakat akan elpiji tiga kilogram bisa terpenuhi secara merata tanpa harus terjadi kekosongan di pangkalan-pangkalan atau toko tempat penjualan resmi.

Tapi ini pasokan itu untuk mengamankan Ramadan dulu. Harusnya meng-cover ya, karena dari peningkatan konsumsi kan prediksinya cuma 5 persen. Nanti kalau untuk jelang lebaran, h-15, h+15 kita bicaranya beda lagi,” katanya.

Dengan pola distribusi seperti itu, Pertamina tidak hanya fokus pada Ramadan saja, tetapi juga mempertimbangkan fase setelahnya, termasuk menjelang Idul Fitri yang biasanya juga disertai lonjakan kebutuhan.

Tanggapan Masyarakat dan Stakeholder

Sikap pemerintah dan pihak Pertamina ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat dan stakeholders. Sebagian besar menyambut positif karena stok elpiji 3 kilogram adalah bagian dari kebutuhan pokok rumah tangga yang bersifat sangat vital, terutama untuk masyarakat kelas menengah bawah yang sangat bergantung pada bahan bakar subsidi.

Dari sisi pemerintah daerah, pengawasan terhadap distribusi gas bersubsidi juga dilakukan secara intensif agar tidak terjadi kekosongan pasokan atau penyelewengan harga di tingkat pangkalan. Data dari Yogyakarta, misalnya, memastikan stok tetap aman dan harga di pasaran stabil, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang kemungkinan kelangkaan barang pokok ini.

Bahkan di beberapa daerah, pengawasan ini sebagai bagian dari upaya menjamin bahwa distribusi elpiji berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku di setiap wilayah administrasi.

Tantangan dan Antisipasi Selanjutnya

Walau sampai saat ini distribusi dipastikan aman, sejumlah daerah lain di luar Jateng-DIY pernah menghadapi tantangan terkait pasokan elpiji 3 kilogram. Ada laporan lonjakan harga di beberapa lokasi yang mencapai di atas harga eceran tertinggi (HET), meskipun kasus-kasus seperti itu cenderung spesifik pada daerah tertentu dan diselesaikan melalui pengawasan distributif oleh instansi terkait.

Langkah antisipasi seperti penambahan suplay lebih awal, monitoring pangkalan dan sub-penyalur, serta komunikasi yang intensif dengan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk menjaga keamanan energi rumah tangga ini, terutama saat periode permintaan tinggi seperti Ramadan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index